Senin, 26 September 2011

Penakita Siap Bimbing Penulis Pemula

Oleh: Aliansyah Jumbawuya*

Bagi para penulis pemula banyak hal yang masih mereka kurang ketahui seputar dunia tulis menulis. Dari teknik menulis itu sendiri sampai mempublikasikannya. Boleh jadi tulisan tersebut sudah bagus, tapi karena mengirim ke media massa yang kurang tepat, akhirnya tak kunjung dimuat. Sebab, masing-masing pengelola koran, tabloid atau majalah, punya kriteria dan selera yang berbeda.
Seringkali pula ketika tulisan ditolak, mereka hanya bisa bertanya-tanya: apa kekurangan dan kelemahan karyanya? Andai diberi tahu, mungkin si bersangkutan akan bersedia untuk memperbaikinya. Tidak soal dia harus kembali merombak tulisannya, yang penting asal bisa terbit.

Sayangnya, sebagian besar redaktur tidak punya waktu untuk menjelaskan semua itu. Bukan tidak mau, tapi lantaran kesempatan yang terbatas. Maklum, ritme kerja mereka sebagai wartawan cukup padat, banyak hal yang mesti ditangani.
Untuk mengatasi berbagai permasalahan dan hambatan tersebut, kami merasa perlu membentuk semacam wadah sharing seputar kepenulisan yang diberi nama Komunitas Penakita. Dengan tujuan semata buat menggairahkan dunia literasi di Kalsel. Siapapun boleh bergabung, namun lebih diprioritaskan kepada para pemula yang benar-benar serius ingin jadi penulis.
Memang menulis adalah proses kreatif yang dikerjakan sendiri. Tapi, adakalanya semangat untuk berkarya itu mengalami pasang surut. Di sinilah pentingnya kebersamaan untuk saling memotivasi. Selain itu, dengan ‘berjamaah’ beragam kendala yang dihadapi akan terasa ringan.
Setiap anggota Komunitas Penakita disyaratkan setiap bulan mengirimkan minimal satu cerpen atau 3 judul puisi. Tidak masalah apakah karya itu bagus atau tidak, yang penting mau menulis dulu. Begitu naskah sudah jadi, baru kita koreksi dan beri arahan dan masukan. Di sini praktik menulislah yang diutamakan, sedangkan panduan teoritis menyusul kemudian. Bukan sebaliknya—seperti yang selama ini dilakoni di beberapa sekolah dan perguruan tinggi—saking berkutat pada hal-hal yang bersifat teoritis, praktik menulisnya malah terabaikan.
Tulisan yang dinilai telah memenuhi standar oleh pengelola Komunitas Penakita kemudian akan disalurkan ke beberapa suratkabar terkemuka di Kalsel. Atau, kalau penulisnya mau mengirim sendiri ke media tertentu, juga silakan. Kita sekadar ingin memfasilitasi bagaimana sekiranya agar karya para anggota bisa terbit dan dinikmati oleh publik.
Kalaupun gagal dimuat di koran atau tabloid, tak perlu berkecil hati. Karena Komunitas Penakita akan menerbitkan buku antologi bersama cerpen dan puisi secara berkala. Jadi, karya-karya anggota yang memang dianggap layak tetap bakal tertampung. Penerbitan buku antologi itu bisa rutin tiga bulan sekali atau bahkan setiap bulan, sangat tergantung pada jumlah dan loyalitas anggota Komunitas Penakita. Artinya, tanggung jawab untuk membesarkan komunitas ini bukan hanya di tangan pengurus, juga perlu didukung berbagai pihak.
Ada banyak keuntungan bergabung dengan Komunitas Penakita. Di samping memperoleh bimbingan menulis, karya para anggotanya cepat atau lambat kelak akan dibukukan dengan menggunakan model semacam arisan alias bergiliran. Namun, tetap saja ada proses seleksi, sehingga mereka yang karyanya belum dibukukan kian termotivasi untuk meningkatkan kualitas tulisannya.
Tidak hanya itu, penulis yang karyanya dibukukan juga bakal mendapat rabat sebesar 30-40 persen dari penjualan. Sedangkan anggota lain memperoleh potongan pembelian buku 25 persen dibanding harga di pasaran.
Masih banyak lagi keuntungan lainnya. Bagi siapapun yang berminat hendak bergabung dan mengetahui lebih jelas mengenai persyaratan beserta formulir keanggotaan silakan menghubungi email: komunitas_penakita@yahoo.com atau kontak person 085248613969 dan 085249344519.
Semoga keberadaan Komunitas Penakita ini dapat turut andil untuk lebih menggairahkan dunia kepenulisan dan kesusastraan di Kalsel. Insya Allah!

*Penulis adalah Ketua Umum Komunitas Penakita Kalsel
(Radar Banjarmasin, Minggu, 11 September 2011)

1 komentar:

Algia Warni mengatakan...

Jadi yang terpenting adalah membiasakan diri untuk menulis dulu ?

Posting Komentar